Thanks To :

Kamis, 15 Desember 2011

Cara Untuk Melihat Sebuah Kecocokan Pasangan Dari Urutan Lahir Dalam Keluarga

Setiap orang pasti memiliki urutan lahir dalam keluarga. Anda bisa saja adalah anak pertama, anak tengah, bungsu, atau anak tunggal. Menurut para pakar hubungan, urutan kelahiran Anda ternyata bisa memengaruhi kelanggengan berhubungan Anda.

Anak pertama
Karena anak pertama umumnya selalu diminta untuk bertanggung jawab atas adik-adiknya, biasanya mereka akan tumbuh menjadi orang yang dominan, sangat bertanggung jawab, terorganisir, dan kompetitif.

Anak tengah
Anak tengah adalah tipe yang senang mencoba membuat orang lain bahagia (istilahnya, people pleaser). Anak tengah secara alami adalah tipe yang pandai berdiplomasi, dan sulit untuk membuat mereka mengambil sisi atau keputusan. Anak tengah juga cenderung pandai memanipulasi.

Anak bungsu
Anak bungsu adalah tipe yang mudah bergaul dan kreatif, serta lebih suka keadaan seperti apa adanya dan tak begitu menyukai perbedaan. Anak bungsu adalah tipe yang lebih suka berpetualang ketimbang saudara-saudaranya, meski mereka juga butuh bersandar dan manja sewaktu-waktu.

Anak tunggal
Anak tunggal biasa menjadi pusat perhatian di dalam keluarga, jadi ia cenderung haus perhatian. Menjadi anak tunggal kadang menandakan ketidaktahuannya akan lawan jenis. Ia sering kebingungan bagaimana menghadapi lawan jenis.

Kembar
Anak kembar memiliki ikatan yang kuat, dan sering bersandar satu sama lain saat akan memutuskan sesuatu. Mereka tipe yang terbiasa akan hadirnya partner, sehingga membuat mereka menjadi pasangan yang romantis.

Kecocokannya:
Ketika menyangkut urutan lahir dan kelanggengan berhubungan, studi menunjukkan bahwa hal yang sangat berbeda akan saling tarik menarik. "Pasangan yang keduanya merupakan anak pertama, contohnya, memiliki peringkat yang sama dan cenderung bertengkar untuk memperebutkan kursi kepemimpinan," jelas Cane. Begitu pun dengan pasangan yang sama-sama anak bungsu, yang bisa diperkirakan, mereka akan menemukan masalah mengenai siapa yang harus "diasuh" dalam hubungan tersebut, dan siapa yang harus menjadi kepala keluarga.


Paling cocok:
Anak pertama dan anak bungsu/anak tengah dengan anak bungsu/anak tunggal dengan anak bungsu

Hubungan ini akan berlangsung sangat baik, karena si anak bungsu akan mengajarkan pasangannya bagaimana cara bersantai dan tenang untuk menghadapi berbagai persoalan. Sementara anak pertama/anak tengah/anak tunggal akan mengajarkan si bungsu pentingnya keteguhan hati dan betapa pentingnya untuk menghadapi hidup sewaktu-waktu.


Tak terlalu cocok:

Anak pertama dan anak pertama
Ketika dua orang yang sangat bossy berpasangan, sudah bisa diperkirakan akan terjadi friksi tinggi. Akan ada banyak konflik di kedua pihak untuk mencari kontrol atau mereka bisa jatuh ke tipe orang yang saling mengkontrol.

Anak bungsu dan anak bungsu
Kedua individu yang penuh petualangan ini memang bisa diartikan sebagai keseruan dan kegilaan di awal hubungan, namun tidak adanya orang yang menjadi kepala dalam hubungan, sudah bisa diperkirakan, hubungan ini bisa berubah menjadi chaos.

Anak tunggal dan anak tunggal
Selain masalah siapa yang akan mengkontrol hubungan, masing-masing mereka akan sama-sama kebingungan mengenai pasangannya.



Sumber : >> KLIK <<

Selasa, 13 Desember 2011

Untuk Wanita . Berenang Menyebabkan Hamil ? [Baca]

BEBERAPA orang menganggap melakukan seks di dalam air itu aman dan dapat mencegah kehamilan. Contraception.about melansir sebuah tulisan yang menjelaskan beberapa mitos seks dalam air yang keliru.

1. Tidak benar kalau melakukan seks di dalam air tidak akan menyebabkan seorang wanita hamil. Jangan mudah percaya dengan mitos tersebut, karena tidak ada yang dapat membunuh sperma atau mencegah kehamilan apabila seseorang melakukan seks di dalam air.
Pada dasarnya, sekali sperma masuk ke dalam vagina, tujuannya hanya untuk membuahi sel telur dalam rahim, dan air tidak dapat mecegah hal ini terjadi. Air tidak dapat berfungsi sebagai alat kontrasepsi.


2. Suhu Panas Dalam sebuah Jacuzzi Membantu Mencegah Kehamilan.
Banyak orang percaya dan merasa aman apabila melakukan seks di dalam air panas, karena menganggap air panas dapat membunuh sperma. Meskipun sperma yang berada dalam air panas selama 30 menit jumlahnya dapat berkurang, itu tidak berarti menurunkan jumlah sperma yang akan masuk ke vagina dan membuahi sel telur. Sekalipun pria yang memiliki kadar sperma rendah, namun seorang pria setidaknya dapat menghasilkan lebih dari 200 sampai 500 juta sperma yang sehat dan hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sebuah sel telur.

3. Berenang di kolam yang terdapat sperma dapat membuat kehamilan.
Ada banyak penjelasan bahwa seorang wanita tidak akan hamil hanya karena berenang di tempat yang terdapat sperma di dalamnya. Salah satunya karena sperma tidak akan dapat bertahan lama dalam air. Jadi sang wanita hanya duduk saja atau berenang dalam air dan selama vagina tidak terbuka, maka kecil kemungkinan dapat terjadi kehamilan.

Kesimpulan :
- Ya Tidak , perempuan hamil karena sperma. Pikiran anda takut ada sperma orang yang masuk ke air dan berenang masuk ke rahim anda, begitukah ? Sperma itu cepat mati dalam udara terbuka. Apalagi di air. Jadi nggak usah kuatir berenang.
- Wanita dianjurkan menggunakan pakaiian yan tertutup, jangan menggunakan pakaiian terbuka saat berenang dan itu juga bisa di kawatirkan penyebabnya.

JADI BUAT WANITA SAAT BERENANG DI TEMPAT UMUM HARUS TERTUTUP HARUS TERTUTUP .


Sumber :

- Sumber Referensi
- Berdasarkan kesimpulan yang saya pahami dan saya baca

Minggu, 04 Desember 2011

Pencegahan HIV AIDS

Pencegahan HIV AIDS kita belum maksimal. Laporan dari Departemen Kesehatan pada tahun 2002 menyatakan bahwa Indonesia akan melakukan upaya agar berada dari prevalensi rendah ke negara daerah terkonsentrasi. Ini berarti bahwa ada wilayah di Indonesia di mana jumlah kasus HIV AIDS berada pada kelompok perilaku beresiko tinggi. Sampai awal tahun 2004 ada 6 provinsi prihatin dengan tingginya jumlah kasus HIV/AIDS dan telah menjadi “provinsi prioritas” (Jakarta, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat dan Riau). Kemudian akhir tahun 2004 dilaporkan bertambahnya 12 provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten. Hal ini mengindikasikan bahwa pencegahan HIV AIDS belum maksimal.

Pemerintah Indonesia telah membentuk komisi penanggulangan AIDS dalam rangka pencegahan HIV AIDS di Indonesia. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana pencegahan HIV AIDS bagi setiap orang? Sebelumnya kenalilah gejala-gejala HIV AIDS, jika menduga bahwa telah terpapar HIV, hendaknya mendapatkan konseling dan melakukan testing/pemeriksaan HIV. Kewaspadaan hendaknya diambil guna mencegah penyebaran HIV kepada orang lain, seandainya anda benar terinfeksi HIV.

Pencegahan HIV AIDS : safe sex

Cara pencegahan HIV AIDS berbeda berdasarkan faktor penularannya, jika penularan melalui seks, dapat dicegah melalui berpantang seks, hubungan monogami antara pasangan yang tidak terinfeksi, seks non-penetratif, penggunaan kondom pria atau kondom wanita secara konsisten dan benar.

Pencegahan Penyakit HIV AIDS : jarum suntik steril

Bila seorang pengguna jarum suntik misalnya pengguna narkoba menggunakan suntikan, selalu gunakan jarum suntik atau semprit baru yang sekali pakai atau jarum yang secara tepat disterilkan sebelum digunakan kembali. Hal ini dilakukan agar mengurangi resiko penularan virus HIV melalui jarum suntik. Selain itu, transfuse/pertukaran darah juga dapat menjadi resiko penularan. Pastikan bahwa darah dan produk darah telah melalui tes HIV dan standar keamanan darah dilaksanakan.

Pencegahan HIV AIDS : Kehamilan

Penularan HIV dari seorang ibu yang terinfeksi dapat terjadi selama masa kehamilan, selama proses persalinan atau setelah kelahiran melalui ASI. Tanpa adanya intervensi apapun, sekitar 15% sampai 30% ibu dengan infeksi HIV akan menularkan infeksi selama masa kehamilan dan proses persalinan. Pemberian air susu ibu meningkatkan risiko penularan sekitar 10-15%. Risiko ini tergantung pada faktor-faktor klinis dan bisa saja bervariasi tergantung dari pola dan lamanya masa menyusui.

Sumber : Mbah Google